Saturday, December 2, 2006

PSMS Siap Pertahankan PEBY

Tim dijuluki "Ayam Kinantan" PSMS Medan siap mempertahankan Piala Emas Bang Yos (PEBY) yang akan digelar di Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan, 6-15 Desember 2006.

Tim PSMS telah siap mempertahankan piala emas tersebut agar jangan sampai direbut tim lain, kata Menejer PSMS, Ramli menjawab ANTARA, usai menyaksikan pertandingan ucicoba PSMS melawan PS.Perisai Pajak di Stadion Teladan Medan, Jumat (01/12).

Pada pertandingan persahatan tersebut,Tim PSMS "menyikat" habis PS.Perisai Pajak dengan score 4-0.Gol pertama buat kemenangan PSMS diciptakan Mbon Mbon Julian pada menit ke-10,gol kedua Boy Jati Asmara menit ke-35, gol ketiga Saktiawan Sinaga menit ke- 45 dan gol keempat dihasilkan Boy Jati Asmara menit ke-55.

Ramli yang juga Wakil Walikota Medan menambahkan,ia sangat yakin bahwa Piala Bang Yos yang juga Gubernur DKI Jakarta itu, akan tetap bersemayam di Balaikota Medan dan ini merupakan tekad dari anak-anak asuhnya. Tim PSMS akan bekerja ekstra keras untuk mempertahankan piala yang terbuat dari emas itu, ujarnya. Ia mengatakan untuk mempertahankan piala tersebut, tentu Tim PSMS akan mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, baik fisik maupun mental dalam menghadapi lawan di lapangan nantinya.

Apalagi,jelasnya, pada pertandingan tersebut, Tim PSMS tidak hanya akan berhadapan dengan tim tuan rumah Persija Jakarta, PSIS Semarang, melainkan tim dari Australia.

Piala Emas Bang Yos itu akan diikuti Klub sepakbola dalam negeri yakni Persija Jakarta, PSIS Semarang, Persik Kediri, PSMS Medan dan dua klub sepakbola Australia, Sydney United dan Buileen Zebras, ujarnya.

Sementara itu, Assisten Menejer PSMS, Rahdiman Tarigan mengatakan, dalam menghadapi Piala Emas Bang Yos, akan menurunkan tiga pemain asing asal Liberia, yakni Murphy Kumonple Nagbe, Frank Seator dan Jeans Koko.

Ia mengatakan, ketiga pemain asing yang telah dikontrak itu, diharapkan dapat memperkuat Tim "Ayam Kinantan" dan sekaligus mempertahanankan Piala Emas Bang Yos direbut pada 2005 lalu. Tim PSMS akan berusaha mempertahankan piala tersebut, katanya.[kapanlagi.com]

Masyarakat Indonesia di Doha Kecewa

Masyarakat Indonesia di Doha, Qatar menyatakan kekecewaannya atas buruknya prestasi tim sepakbola Indonesia di Asian Games yang dalam babak penyisihan harus tumbang dari lawan dengan skor yang sangat menyakitkan.

"Pertama bertanding melawan Irak saja sudah dikalahkan dengan skor 6-0. Pada hal kami ketahui melalui internet, tim sepakbola Indonesia ini telah disiapkan di Belanda selama empat bulan dengan menghabiskan biaya yang cukup besar," kata Hasanuddin Usman di Doha, Jumat (01/12).

Hasanuddin yang telah bermukim di Doha selama 1,5 tahun sebagai tenaga kerja pada sebuah pabrik kimia, ketika mendengarkan tim sepakbola Indonesia akan bermain dengan Irak itu, sudah meramalkan akan memenangkan pertandingan dengan mulus karena kosentrasi pemain Irak masih terfokus pada bencana perang di negaranya.

Namun kenyataannya berbeda dengan yang disaksikan, sejak mulai pertandingan hingga berakhir, Indonesia ternyata kalah dari segala-galanya baik itu tehnik maupun stamina.

"Sangat disayangkan Indonesia hanya mampu menahan imbang 1-1 dari Singapura, pada hal penduduk Indonesia lebih banyak dari Singapura. Jangan lagi dikirim tim sepakbola ini, kalau tidak menjamin adanya kemenangan. Ini membuat malu kita di Doha," kata Hasan. [kapanlagi.com]

Iwan Budianto Tolak Disebut Pembajak

Manajer Persik Iwan Budianto menolak dirinya disebut sebagai pembajak para pemain Arema untuk bergabung dengan timnya pada musim kompetisi tahun 2007 mendatang.

"Dari mana alasan kami disebut seperti itu, masih ada klub lain yang memboyong mantan pemain Arema dengan julah jauh lebih banyak dibanding kami," ujarnya usai menyaksikan penandatanganan kontrak dua mantan pemain Arema Erol FX Iba dan Aris Budi Prasetyo di rumah dinas Walikota Kediri, Jumat (01/12).

Ia menyebutkan, Persita Tangerang mampu memboyong tujuh mantan pemain Arema termasuk mantan pelatih tim berjuluk Singo Edan itu, yakni Benny Dollo.

"Sedang kami hanya empat, itupun yang dua, yakni kiper Kurnia Sandy dan pemain belakang Zainuri sebagai pemain cadangan. Nggak bisa dong, kalau hal ini dikatakan sebagai eksodus gelombang kedua pemain Arema," kata menantu Walikota Kediri HA Maschut yang sukses mengantarkan Persik dua kali meraih juara Divisi Utama Ligina.

Sementara Erol FX Iba sendiri mengaku sudah tidak kerasan lagi di Arema karena ada persoalan antara dirinya dengan pihak manajemen yang tidak bisa diselesaikan.

Soal memilih Persik sebagai klub tempat berlabuh dalam musim kompetisi mendatang, Erol beralasan karena materi pemain yang ada cukup bagus dan berkesempatan mengikuti kompetisi Liga Champions Asia pada tahun 2007.

"Sesungguhnya bukan soal nilai kontrak, kami bergabung dengan Persik ini. Bahkan ada klub lain yang menawar nilai kontrak lebih tinggi, seperti Sriwijaya FC dan Arema sendiri yang sampai tadi malam datang ke rumah untuk membujuk kami," ujar pemain Timnas PSSI yang mendapatkan nilai kontrak di Persik sekitar Rp700 juta untuk satu musim kompetisi itu.

Menurut dia, antara Arema dan Persik sama-sama memiliki kesempatan berlaga di Liga Champions Asia, namun dari segi persiapan dan kondisi manajemen Persik tampaknya lebih mapan.

Sedang Aris Budi Prasetyo mengaku, sebenarnya sudah sejak lama dia berkeinginan bergabung dengan tim kebanggaan warga Kota Kediri itu.

"Setelah membela Petro juara Ligina beberapa waktu lalu, saya sudah diminta Mas Iwan (Iwan Budianto) untuk bergabung dengan Persik. Sekarang setelah sukses mengantarkan Arema juara Copa Indonesia tahun ini, saya tertarik bergabung karena saya adalah pemain yang pernah merasakan juara Ligina dan juara Copa," ujar pesepakbola asal Kraton, Pasuruan yang baru mendapatkan penghargaan sebagai pemain terbaik Copa Indonesia 2006.

Selain itu, tambah Aris, beberapa temannya yang dulu di Arema kini sudah mulai banyak yang keluar dan bergabung dengan klub-klub lain, seperti Persita Tangerang dan Persmin Minahasa.

Sementara bergabungnya dua pemain belakang itu menimbulkan rumor kekesalan Iwan Budianto setelah stopper tangguh Persik, Suroso mengundurkan diri dari tim lalau ternyata memilih bergabung dengan Arema pada musim kompetisi mendatang.

Bergabungnya empat mantan pemain Arema ke Persik pada musim kompetisi mendatang itu juga semakin mempertegas rivalitas antar kedua tim sesama Jawa Timur yang pernah terlibat kerusuhan antar suporter pada Ligina IX/2003 lalu di Stadion Brawijaya.

Saat itu ribuan suporter fanatik Arema masuk ke tengah lapangan ketika pertandingan masih menyisakan 30 menit, lantaran tim kesayangannya kalah dengan Persik yang baru memulai debutnya di pentas kompetisi Divisi Utama dengan manajer, pelatih, dan mayoritas pemain berasal dari Arema.

Akibat kejadian itu pertandingan harus dilanjutkan tanpa penonton di Stadion AAL Maguwoharjo, Jogjakarta, dengan hasil kemenangan untuk Persik. Dan pada awal debutnya itu pula, Persik berhasil menjuarai kompetisi paling bergengsi di Tanah Air.

Friday, December 1, 2006

Update News

Bagi temen-temen yang punya informasi tentang perkembangan sepakbola dalam negeri terbaru, bisa temen-temen post atau di kirim lewat email di alamat ; ipl.newsletter@gmail.com

[jk]